FAKTA TERBARU GEMPA LOMBOK

Fakta-Fakta Gempa Lombok-Palu Yang Belum Diketahui


Hasil gambar untuk GEMPA PALU


Sudah tercatat musibah gempa bumi dalam waktu Juli-September menimpa Lombok, Palu dan Donggala. Gempa bumi keduanya berkekuatan 7 Skala Richter (SR) itu menyebabkan duka mendalam bagi warga Indonesia. Ratusan bahkan ribuan orang kehilangan keluarganya. Bangunan tempat tinggal dan fasilitas lain juga melebur oleh musibah yang diakibatkan dari gempa, bahkan tsunami.
Seperti belum ada habisnya musibah yang terjadi antara Lombok (Nusa Tenggara Barat) ke daratan Palu-Donggala dan sekitarnya. Hasil analisis BMKG terlebih dahulu menunjukan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7, terletak diantara Gunung Rinjani dan Kabupaten Lombok pada koordinat 8,37 derajat LS dan 116,48 derajat BT. Sedangkan di Palu-Donggala, gempa dengan magnito 7,7 yang menyebabkan tsunami.
Kedua musibah ini telah menelan korban dan kerusakan yang patut menjadi perhatian kita semua. Untuk itu, ulurkan tangan kita sebagai bantuan melalui BEE HAPPY Sementara, kita simak mengenai fakta-fakta gempa dan tsunami itu melanda Lombok-Palu yang belum diketahui.
Gambar terkait

Gempa susulan

Di Lombok, selama satu bulan terakhir (sejak 29 Juli), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikia (BMKG) telah mencatat keseluruhan berjumlah 1.973 gempa bumi. Bahkan, sampai 30 Agustus BMKG masih mencatat ada 595 Foreshock.
Sedangkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) wilayah Palu dan Donggala memiliki catatan (sejak 3 Oktober) 363 kali gempa bumi susulan. Meski yang dirasakan warga hanya 12 kali gempa susulan, hal itu sangat normal untuk gempa besar yang diikuti gempa susulan.

Pusat gempa berada di darat dan laut

Permasalahan yang berbeda terjadi saat gempa di Lombok berpusat di darat. Hal ini telah dianalisa oleh Kepala BMKG. Gempa bumi yang memiliki magnitudo 7, terjadi epicentre gempa yang terletak lokasinya di darat pada lereng utama timur laut Gunung Rinjani dan arah barat laut Kabupaten Lombok (kedalaman 15 kilometer).
Berbeda dengan kekuatan tsunami yang memporak-porandakan kota Palu-Donggala pada 28 September 2018. Ahli geofisika Jason Patton dikutip dari New York Times menjelaskan, gempa Palu dengan magnitudo 7,7 berpusat di pantai Pulau Sulawesi, sekitar 50 mil sebelah utara kota Palu.

Korban dan kerusakan

Melihat data korban dan kerusakan yang terjadi setelah gempa di Lombok masih tercatat di 515 orang meninggal, dan 7.145 yang terluka. Beralih dalam survei jumlah pengungsi mencapai 431.416 orang. Meski tak menyebabkan tsunami, nampaknya kerusakan yang dialami Lombok mencapai 73.843 unit rumah, dan 798 fasilitas umum dan sosial. Bahkan ada kerugian materiil mencapai 7,7 triliun rupiah.
Sementara dari data terkini korban dan kerusakan di Palu-Donggala melebihi situasi kota Lombok. Banyak duka dan kerugian mendalam setelah diketahui sudah lebih dari 1.407 orang meninggal dan 2.459 orang luka berat. Meski BNPB sudah mencatat penemuan 152 orang yang tertimbun, namun belum ada kabar terkini dari warga yang identitasnya belum ditemukan secara fisik (korban hilang). Catatan lain, sebanyak 65.733 rumah rusak berat, dan pengungsi sudah berada di 141 titik.

Kebutuhan yang menjadi prioritas

Seakan sudah menjadi prioritas bila menangani sebuah bencana alam, diperlukan kebutuhan seperti air bersih, tenaga medis, stok makanan, komunikasi, bahkan BBM. Korban di Lombok sudah mendapat suplai hampir di segala lini, dimana bantuan tersebut sampai menggunakan 2 helikopter untuk mendukung penanganan darurat.
Bila di Lombok sudah diminimalisir, kali ini perbedaan sangat mencolok pada hasil survei kebutuhan di Palu-Donggala. Mereka (para korban) yang harus memprioritaskan kebutuhan seperti makanan dan BBM malah menjadi rebutan atau tak terorganisir. Meski sudah mendapat restu dari pemerintah setempat, masih banyak warga berbondong-bondong untuk berebut kebutuhan di minimarket atau di SPBU guna menyambung hidupnya dan keluarga yang tersisa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH GEMPA INDONESIA

KEGIATAN DI SIGI SETELAH TERJADINYA GEMPA

Sayangilah Anak Yatim dan Orang Miskin